Kalau menulis judul ini, “Ketika Wanita Berbisnis,” ingatan saya membumbung saat saya masih menjabat jadi Wakil Rektor Kampus Bisnis Umar Usman tahun 2013-2018. Ya, kampus yang punya tagline “Kuliah 1 Tahun Jadi Pengusaha.” Ya, ada dua contoh mahasiswa saya dulu yang akhwat (wanita) yang betul-betul menekuni dunia bisnis dan usaha. Sebut saja namanya Khadijah. Ya, sebelum masuk Umar Usman, sudah mandiri sejak SMA. Sudah jualan kecil-kecilan sampai akhirnya kenal dunia instagram dan akhirnya jual jam tangan unik. Ya, waktu awal masuk Umar Usman, omset sudah Rp 30 juta per bulan. Saya banyak mengamati bagaimana Khadijah ini punya semangat belajar. Seperti dunia instagram yang menuntut dunia fotografi yang bagus, maka Khadijah bela-belain ikut komunitas fotografi untuk menekuni dunia ini. Ya, lagi-lagi untuk kebutuhan bisnis. Daripada bayar les fotografi yang mahal, mending ikutan komunitas dan mendapatkan limpahan ilmu yang tebal. Ya, begitulah kalau berbisnis. Harus banyak akal. Dan tidak itu saja. Untuk menekuni dunia bisnis online, Khadijah rela ikut seminar bisnis Mas Ippho Santosa sampai akhirnya terdampar di Kampus Umar Usman yang memang belajar ilmu teknis bisnis baik offline maupun online. Selang setahun sebelum wisuda, alhamdulillah omset sudah mencapai Rp 100 juta per bulan. Sempat saya bertanya tentang kehidupan keluarganya. Penuturannya, Khadijah ini adalah anak tunggal dimana orang tuanya cukup mapan dan berada. Tapi semangatnya mandiri sangat gigih. Dan mau banget nggak ngerepoti orang tua lagi di usianya yang dewasa kini. Lalu saya kejar dengan pertanyaan, “Untung bisnisnya buat apa?” Saya kira, jawabnya buat jajan, beli tas baru, atau baju baru. Ya, biasa kebutuhan wanita gitulah. Tapi ternyata tidak. Hidupnya sederhana saja. Dan ternyata semua untung bersih bisnisnya dikasih ke ibunda tercinta. Subhanallah!!!

Komentar
Posting Komentar